PENCEMARAN
LINGKUNGAN DAN PENANGGULANGANNYA
MAKALAH
UNTUK
MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
KESELAMATAN dan
KESEHATAN KERJA
Yang
dibina oleh Bapak Drs. Ir. Moeadi,M. Kes.
Oleh
ULFA DEVAYUNI UTAMI
120534431499
UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
FAKULTAS
TEKNIK
JURUSAN
TEKNIK ELEKTRO
November
2012
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI............................................................................................................ i
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang..................................................................................... 1
1.2
Tujuan.................................................................................................. 1
1.3 Rumusan
Masalah................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Lingkungan Hidup ............................................................ 2
2.2 Pengertian
Pencemaran Lingkungan................................................... 2
2.3 Macam-macam pencemaran Lingkungan............................................ 3
2.4 Dampak
Pencemaran Lingkungan....................................................... 5
2.5 Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan............................... 7
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan....................................................................................... 10
3.2 Saran……………………………………………………………… 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 11
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang
semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan,
dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran
lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita
sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.
Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita
atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara
perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global,
penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.
Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini,
tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu
terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam hal ini kami
menyusun makalah yang mengambil tema “Pencemaran Lingkungan” agar
kita dapat mengetahui darimana pencemaran lingkungan itu datang dan bagaimana
cara penanggulangannya.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian dari lingkungan itu?
2.
Apa
pengertian dari pencemaran lingkungan itu?
3.
Apa
dan bagaimana macam-macam pencemaran lingkungan?
4.
Bagaimana
dampak dari pencemaran lingkungan itu sendiri?
5.
Bagaimana
upaya penanggulangan pencemaran lingkungan itu?
1.3 Tujuan Makalah
1. Memahami
pengertian lingkungan
2. Memahami
pengertian pencemaran lingkungan
3. Mengetahui
macam-macam pencemaran lingkungan
4. Mengetahui
dampak dari pencemaran lingkungan
5. Memahami
penanggulan apa saja terhadap pencemaran lingkungan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Lingkungan Hidup
Menurut
Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan
semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan
perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup
Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berWawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan
yurisdiksinya.
Dalam
lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang
merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk
keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
Merujuk
pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan
Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua
samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi
alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat
bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan
bernegara dalam segala aspeknya
2.2
Pengertian
Pencemaran Lingkungan
Pencemaran,
menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988, adalah
masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat,energi, dan/atau komponen lain ke
dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan
(komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga
kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukkannya.
Untuk
mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas
industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap
pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Baku mutu
lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar
terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan
terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya.
Pada
saat ini, pencemaran terhadap lingkungan berlangsung di mana-mana dengan laju
yang sangat cepat. Sekarang ini beban pencemaran dalam lingkungan sudah semakin
berat dengan masuknya limbah
industri dari
berbagai bahan kimia termasuk logam berat.
2.3
Macam-macam
Pencemaran Lingkungan
1. Pencemaran
Air
Di dalam tata kehidupan manusia, air
banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan
mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang,
industri, dan masih banyak lagi.
Tindakan manusia dalam pemenuhan
kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik
pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan
dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah
persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan
menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi
atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok
akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari
tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah
permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di
dalam air menjadi berkurang.
Bahan-bahan kimia lain, seperti
pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh
petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap
tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi
pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.
2. Pencemaran
Tanah
Tanah merupakan tempat hidup berbagai
jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat
berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan
berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah
padat yang mencemari tanah.
Menurut sumbernya, limbah padat dapat
berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan).
Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan
sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti
dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya
berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng.
Sampah organik pada umumnya mudah
dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah
anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.
3. Pencemaran
Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara
tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara
bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau
padat.
Ø Pencemar
Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi
batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu
kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon
monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan
chloroflourocarbon (CFC).
Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara
dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu
sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak
sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung
dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan
gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat
menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.
Ø
Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel yang mencemari udara terdapat
dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air
atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam
paru-paru.
Partikel dalam bentuk padat dapat berupa
debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup,
misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah
mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat
mengganggu kesehatan manusia.
Partikel yangmencemari udara dapat
berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor
biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan
lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel
PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke
udara sehingga akan mencemari udara.
2.4
Dampak
Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan dan pencemaran
membawa banyak perubahan pada lingkungan. Misalnya, beberapa spesies hewan dan
tumbuhan punah, dan adanya bahan pencemar pada sayuran, ikan, dan daging yang
dikonsumsi.
v Punahnya
Spesies
Polutan
dapat meracuni berbagai jenis hewan, bahkan mematikannya. Berbagai spesies
hewan memiliki kekebalan yang berbeda terhadap polutan. Ada yangpeka, ada pula
yang tahan. Hewan muda dan larva peka terhadap bahan pencemar. Ada hewan yang
dapat beradaptasi sehingga kebal terhadap bahan pencemar, ada pula yang tidak.
Meskipun hewan beradaptasi, harus diketahui bahwa tingkat adaptasi hewan ada
batasnya. Jika batas tersebut terlampaui, hewan akan mati.
v Ledakan
Hama
Penggunaan
insektisida dapat pula mematikan serangga predator. Oleh karena predator punah,
maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali. Penyemprotan dengan
insektisida juga dapat mengakibatkan beberapa spesies serangga menjadi kebal
(resisten). Untuk memberantasnya, diperlukan dosis obat yang lebih tinggi dari
biasanya. Akibatnya, pencemaran akan semakin meningkat.
v Gangguan
Keseimbangan Lingkungan
Punahnya
spesies tertentu dapat mengubah pola interaksi di dalam suatu ekosistem. Rantai
makanan, jarring-jaring makanan, dan aliran energi berubah. Akibatnya,
keseimbangan lingkungan terganggu. Daur materi dan daur biogeokimia terganggu.
v Kesuburan
Tanah Berkurang
Penggunaan
insektisida dapat emmatikan fauna tanah. Hal ini menyebabkan kesuburan tanah
menurun. Penggunaan pupuk yang terus-menerus dapat mengakibatkan tanah menjadi
asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Untuk mengatasinya,
hendaknya dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang atau dengan kompas, sistem
penanaman berseling (tumpang sari), serta rotasi tanaman. Rotasi tanaman
artinya menanam tanaman yang berbeda secara bergantian di lahan yang sama.
v Keracunan
dan Penyakit
Orang
yang mengonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami
keracunan. Akibat keracunan, orang dapat mengalami kerusakan hati, ginjal,
menderita kanker, kerusakan suasana saraf, menyebabkan cacat pada keturunannya
bahkan meninggal dunia.
v Pemekaan
Hayati
Bahan
pencemar memasuki lingkungan melewati rantai makanan dan jarring-jaring
makanan. Bahan beracun yang dibuang ke perairan dapat meresap ke dalam tubuh
alga. Selanjutnya, alga tersebut dimakan oleh udang kecil. Udang kecil dimakan
oleh ikan. Jika ikan ini ditangkap manusia kemudian dimakan, bahkanp encemar
akan masuk ke dalam tubuh manusia.
Proses
peningkatan kadar bahanp encemar melewati tubuh makhluk hidup dikenal sebagiap
emekatan hayati (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai biomagnification).
v Terbentuk
Lubang Ozon
Terbentuknya
lubang ozon merupakan salah satu permasalahan global. Hal ini disebabkan bahan
pencemar dapat tersebar dan menimbulkan dampak di tempat lain. Gas CFC,
misalnya dari Freon dan spray, yang membubung tinggi dapat mencapai stratosfer.
Di stratosfer terdapat lapisan gas ozon (O3). Lapisan ozon ini
merupakan pelindung (tameng) bumi dari cahaya ultrabiolet. Jika gas CFC
mencapai lapisan ozon, akan terjadi reaksi antara CFC dan ozon, sehingga
lapisan ozon tersebut “berlubang”.
v Efek
Rumah Kaca
Permasalahan
global lainnya ialah efek rumah kaca. Gas CO2 yang dihasilkan dari
proses pembakaran meningkatkan kadar CO2 di atmosfer. Akibatnya,
bumi diselimuti gas dan debu-debu pencemar. Kandungan gas CO2
semakin tinggi karena banyak hutan ditebang, sehingga tidak dapat menyerap CO2.
2.5
Upaya-upaya
Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
Berbagai upaya telah
dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi pencemaran
lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun,
usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian
masyarakat terhadap lingkungan.
Untuk membuktikan
kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa cara yang
dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai
berikut:
1. Membuang
Sampah Pada Tempatnya
Membuang sampah ke sungai atau selokan
akan meyebabkan aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan
membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan
menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa
meyebabkan banjir pada musim hujan.
Salah satu cara untuk menanggulangi
sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk
kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.
Selanjutnya, sampah organik ditimbun di
dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan
kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang
lainnya.
2. Penanggulangan
Limbah Industri
Limbah dari industri terutama yang
mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal
tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari
limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat
dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.
Menempatkan pabrik atau kawasan industri
di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk
menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap
kehidupan masyarakat.
3. Penanggulangan
Pencemaran Udara
Pencemaran udara akibat sisa dari
pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi
dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan sumber
pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan
berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi
jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan
pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.
4. Diadakan
Penghijauan di Kota-kota Besar
Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara
untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang
berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian,
tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau
melepaskan O2 ke atmosfer.
5.
Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang
sesuai
Pemberian pupuk pada tanaman dapat
meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran
jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak
negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan.
Begitu juga dengan penggunaan obat anti
hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan
menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan
musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau
serangga yang membantu penyerbukan tanaman.
Pemberantasan hama secara biologis
merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan
ekosistem pertanian.
6.
Pengurangan pemakaian CFC
Untuk menghilangkan kadar CFC di
atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun salah satu cara
penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh
manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan
ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.
Dewasa ini, tingkah laku manusia dengan
sikap semena-mena terhadap lingkungan sudah sampai pada tingkat yang
mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara serakah, manusia juga telah
meracuni alam ini dengan berbagai jenis sampahnya.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari berbagai uraian di atas dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Bahwa pencemaran lingkungan terjadi
karena ulah manusia itu sendiri yang tidak dapat mengolah dan memanfaatkan lingkungan
dengan baik. Pencemaran lingkungan dibagi ke dalam tiga bagian yaitu ; (1)
Pencemaran Udara, (2) Pencemaran Air, dan (3) Penmcemaran Tanah.
Pencemaran lingkungan dan pencemaran
membawa banyak perubahan pada lingkungan. Misalnya, beberapa spesies hewan dan
tumbuhan punah, dan adanya bahan pencemar pada sayuran, ikan, dan daging yang
dikonsumsi.
3.2 SARAN
Kita
sebagai manusia harus pandai-pandai memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat
disekitar kita. Pengelolaan SDA haruslah tidak jauh dari pengetahuan dan
kemajuan teknologi di era globalisasi ini. Ini merupakan salah satu upaya agar
lingkungan kita tetap terjaga dan tidak menimbulkan bahaya yang bersifat
negatif. Oleh karenanya, mulailah dari sekarang untuk kita selalu membiasakan
hidup bersih dan tidak merusak lingkungan disekitar kita.dengan lingkungan
bersih dan sehat maka akan tercipta lingkungan yang lestari. Tentunya bukan
hanya bermanfaat untuk kita semua tapi juga bermanfaat bagi generasi penerus
kita,para generasi muda Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:
Posting Komentar